"Di sebuah kota yang lupa namanya sendiri, semua pintu rumah terbuka ke arah yang berbeda-beda, tapi tidak ada yang benar-benar menuju kedalam.
jalan-jalan saling berbelok tanpa alasan, seolah-olah sedang mencari cerita yang hilang di saku waktu."
"Di pasar, suara di jual per liter, sedangkan warna harus antre untuk mendapatkan bentuk kembali. seekor burung duduk di atap dan membaca koran yang terbuat dari awan, lalu mengangguk serius pada berita tentang hujan yang terlambat datang karena lupa jalan pulang."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar